Merymaswarita's Blog

Just another WordPress.com weblog

INTERNET BAGI PENDIDIKAN Oktober 7, 2009

Filed under: Uncategorized — merymaswarita @ 1:31 pm

Permasalahan Internet bagi Pendidikan

Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan

informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku-buku

di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup

memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah

melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari universitas.

Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa

diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti

perpustakaan on-line, jurnal on-line, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat

di-download gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa bisa

gbr internet

mencari apapun yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen di

kelas, untuk memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari sesuatu

yang memerlukan kejelasan dan pemahaman mendalam.

Namun pada praktiknya, sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak

semudah yang dibayangkan dan diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001),

terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal,

diantaranya kurangnya penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi

dalam bahasa Indonesia, mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga

pendidik.

Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala

teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke

tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris

sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing, sedangkan banyak

informasi-informasi dan ilmu pengetahuan direkayasa dalam bahasa internasional

tersebut.

Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa

Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam negeri.

Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih sangat

rendah dibanding di luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal pribadi dan

berharga mahal yang tidak dapat diakses oleh seluruh orang, menjadikan pengetahuan

hanya berkembang untuk diri pribadi dan komunitas tertentu saja.

Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet di

dalam negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan

telepon milik pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu

rupiah per jam sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini dapat

dipecahkan dengan menggunakan internet pada warung-warung internet dengan biaya

yang lebih murah antara dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun masih saja

terlalu mahal untuk seorang mahasiswa apabila harus menggunakan dalam frekuensi

tinggi (selalu mengakses).

Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih

belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat

kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah

menyarankan kepada mahasiswa memperkaya wawasan dengan fasilitas internet

akibat kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak

akan termotivasi untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan

pemanfaatan sumber ilmu non formal tersebut.

Masalah terpenting dari sekian faktor penghambat di atas terletak pada faktor

ketiga dan keempat yakni mahalnya biaya akses dan keterbatasan dosen. Jika kendala

bahasa tidak menjadi masalah, lambat laun mahasiswa akan terus belajar dengan

sendirinya dengan tingginya frekuensi penggunaan internet, sehingga mereka akan

lebih memahami penguasaan istilah-istilah asing dari internet tersebut. Sumber

motivator utama dari dosen adalah faktor terpenting dalam mensosialisasikan kegiatan

penunjang pembelajaran. Misalnya untuk melengkapi informasi tentang sebuah kajian

masalah di dalam kelas, mahasiswa dianjurkan untuk membuka homepage milik

dosen, atau mengakses situs-situs lain yang disarankan dosen.

Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan penting

lembaga pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran internet

dengan membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan, menyediakan

sarana penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung internet milik

penguasaha bisnis.

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Pentingnya Internet bagi Dunia Pendidikan Tinggi

Sebuah kemajuan dapat dicapai tidak hanya melalui lembaga formal semata,

jauh lebih memungkinkan manusia memanfaatkan pendidikan formal untuk mencapai

pengembangan diri menuju manusia berkompeten. Seperti halnya mahasiswa sebagai

insan perguruan tinggi yang tugas utamanya adalah belajar, dapat mengembangkan

kemampuan, menggali ilmu pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia di

lingkungan.

Sumber ilmu tradisional dapat diperoleh melalui para pendidik seperti guru

dan dosen, ditambah dengan buku-buku yang tersedia di perpustakaan atau milik

pribadi. Namun memiliki keterbatasan karena mahalnya biaya yang harus

dikorbankan untuk hal tersebut. Penggalian ilmu dalam pendekatan modern dapat

diperoleh melalui pemanfaatan hasil teknologi yang berkembang sangat pesat. Jika

pada tahun 80-an sampai 90-an komputer merupakan teknologi yang dianggap dapat

memajukan para pencari ilmu, maka pada akhir abad 20 dan permulaan abad 21 ini

salah satu sumber pembelajaran yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja adalah

memanfaatkan fasilitas internet.

Internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat.

Penggunaan Internet untuk kepentingan bisnis baru dilakukan semenjak tahun 1995,

sekitar enam tahun lalu. Di luar negeri, Internet ini sering diasosiasikan dengan

perguruan tinggi, sementara di Indonesia, Internet lebih diasosiasikan dengan bisnis

(Internet Service Provider/ISP, e-commerce) dan entertainment (Raharjo, 2001).

Rendahnya orientasi masyarakat pendidikan Indonesia untuk menggunakan

teknologi informasi ini memungkinkan terjadinya ketertinggalan pengetahuan yang

sudah dicapai oleh negara-negara Barat. Para mahasiswa perguruan tinggi sebenarnya

dapat mengejar ketertinggalan tersebut jika mereka memiliki good will untuk selalu

belajar dan menggali pengetahuan dari internet.

Namun hal ini tidak dapat berjalan begitu saja, tanpa adanya dukungan pihak

perguruan tinggi, kesediaan untuk membangun cyber technology di kampus atau

minimal menyediakan sarana komputer lengkap jaringan internet adalah sebuah

tindakan mulia untuk sarana penggalian ilmu pengetahuan. Di sinilah letak peran

penyelenggara pendidikan, membangun perguruan tinggi adalah mempersiapkan

peserta didik yang tidak sekedar sarjana tanpa kompetensi apapun.

Internet dapat dimanfaatkan oleh dunia pendidikan tinggi tidak hanya bagi

mahasiswa semata, tenaga pendidik seperti dosen diharapkan terlebih dahulu memulai

langkah menuju kemajuan ini dan kemudian mensosialisasikannya kepada mahasiswa

untuk terlibat langsung pada proses penunjang pembelajaran dengan memanfaatkan

internet (Rekdale).

Bagi para pendidik internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:

a. Pengembangan Profesional

1. Meningkatkan pengetahuan

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

2. Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen

3. Bekerjasama dengan pendidik dari luar negeri

4. Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secara langsung

5. Mengatur komunikasi secara teratur

6. Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik lokal maupun

internasional.

b. Sumber bahan mengajar :

1. Mengakses rencana belajar mengajar & metodologi baru

2. Bahan baku & bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran

3. Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas/sangat

tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.

Internet juga memberikan kemanfaatan besar untuk siswa. Internet

menawarkan kesempatan untuk:

a. Belajar sendiri secara cepat

1. Meningkatkan pengetahuan

2. Belajar berinteraktif

3. Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian

b. Memperkaya diri

1. Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain

2. Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

Pemanfaatan Internet untuk Penulisan Karya Ilmiah dan Penelitian

Karya ilmiah merupakan produk perguruan tinggi yang mencerminkan luasnya

pengetahuan dan kemampuan orang-orang di dalamnya. Sebuah pemikiran yang

dimiliki seseorang dapat terlihat dari wacana yang dituangkan dalam tulisan ilmiah,

sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca. Karya ilmiah seperti makalah dan penelitian

memerlukan sumber referensi dari berbagai sumber. Sumber konvensional selalu

digunakan oleh mahasiswa dan dosen untuk penulisan umumnya menggunakan bukubuku

teks berisikan teori-teori dan jurnal-jurnal ilmiah berbentuk tulisan di atas kertas.

Namun seperti telah diuraikan sebelumnya, tidak semua perguruan tinggi dapat

menyediakan referensi ilmiah dengan lengkap karena keterbatasan dana dan

kemampuan pengelolaan, menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran.

Mengatasi permasalahan ini, perolehan referensi selain dengan cara tradisional

di atas dapat dipecahkan dengan memanfaatkan referensi-referensi dari berbagai situs

internet. Saat ini telah berkembang perpustakaan maya (virtual library). Virtual

library didefinisikan sebagai pusat informasi yang mengumpulkan informasi ataupun

koleksi dalam bentuk digital. Dari arti kata secara langsung virtual library dapat

diartikan sebagai perpustakaan maya dimana secara fisik fasilitas/gedung

perpustakaan yang dimaksud tidak ada tetapi perpustakaan tersebut bisa menampung

ataupun menyajikan fasilitas-fasilitas yang biasa disediakan oleh perpustakaan yang

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

konvensional (Gunawan, 2002). Fasilitas yang ada dalam virtual library misalnya

jurnal online, bahan-bahan perkuliahan, informasi-informasi ilmu dan sebagainya

yang tersusun dalam bentuk teks, gambar, animasi, video, audio, halaman web, dan

program.

Para kalangan akademisi baik dosen dan mahasiswa dapat menggunakan

referensi yang tersimpan dalam server-server yang tersebar di seluruh dunia.

Alternatif ini dapat digunakan karena pada prinsipnya tidak ada perbedaan fungsi

antara referensi cetakan (printing reference) dan referensi elektronis (electronic

reference).

Berdasarkan penelitian, hampir 90% mahasiswa di Amerika mencari

informasi yang berkaitan dengan studi mereka melalui Internet. Dalam setiap detik

ada sekitar 7 orang yang mulai belajar meng-klik mouse untuk memasuki dunia maya

ini (Wibisono, 1998). Pencarian informasi untuk studi semacam ini bisa diterapkan

dalam dunia pendidikan kita dengan sesegera mungkin agar ketertinggalan dalam

pembelajaran dapat dikejar seperti negara-negara maju di luar negeri.

Dari sisi ilmu penelitian, internet memberikan sumbangan yang sangat besar,

terutama berkaitan dengan pencarian referensi berupa teori, hasil-hasil penelitian

terdahulu yang dapat memperkaya wacana penulisan laporan penelitian. Disamping

untuk referensi server-server dari berbagai belahan dunia banyak menyediakan data

sekunder untuk melengkapi data-data penelitian para mahasiswa dan dosen guna

memperoleh hasil kajian komprehensif dan mendalam.

Dunia pendidikan tinggi di luar negeri telah menggunakan Digital Library

(perpustakaan digital) dalam mempublikasikan penelitian, seperti yang dilakukan di

Virginia Tech tahun 1997, dan terdapat 1.625 buah tesis yang dapat diakses secara

online. Kemudian “Networked Digital Library of Theses and Dissertations” West

Virginia University di Amerika. Tujuh universitas di Australia University of New

South Wales, University of Melbourne, University of Quenland, dan lainnya (KMRG,

2001).

Melalui publikasi penelitian pada perpustakaan digital tersebut seorang

peneliti dapat melihat bagaimana pola penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen

di universitas-universitas luar negeri, membandingkannya dengan penelitian lokal,

dan menarik hal-hal penting untuk diaplikasikan bagi penelitian pribadi semacam

skripsi, tesis, dan disertasi. Cara ini dapat memberikan kemanfaatan besar untuk

perkembangan dan kemajuan penelitian mahasiswa dan dosen perguruan tinggi.

Indonesia juga memiliki jaringan perpustakaan digital semacam itu. Salah satu

proyek yang telah terwujud Jaringan perpustakaan digital pertama di Indonesia adalah

Indonesia Digital Library Network (IndonesiaDLN), mendapatkan pengakuan

internasional setelah meraih juara pertama dalam kompetisi perpustakaan digital bagi

negara berkembang yang diselenggarakan American Society for Information Science

and Technology (ASIST). IndonesiaDLN adalah sebuah jaringan dalam arti

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

sebenarnya, baik secara fisik yang menggunakan media internet maupun secara

kolaborasi (DLN, 2003).

Dengan adanya perpustakaan digital ini dapat melengkapi keterbatasan

perpustakaan perguruan tinggi, sehingga mahasiswa dan dosen yang membutuhkan

referensi tertentu bagi penelitian telah dapat mengakses dan menggunakannya dalam

memperkaya khasanah tulisan ilmiah mereka.

Masalah plagiatisme karya akhir mahasiswa S-1, sebenarnya dapat diatasi

dengan metode memperbolehkan mahasiswa menggunakan referensi internet dalam

penelitian mereka. Kekhawatiran para pendidik bahwa penggunaan internet dapat

menunjang plagiatisme adalah sesuatu yang tidak beralasan. Knowledge Management

Research Group (KMRG) ITB justru menyarankan untuk mengahadapi ketakutan

plagiatisme dapat menggunakan on-line internet sebagai solusinya.

Plagiatisme terjadi selama ini menurut MKRG (2001) adalah karena:

a. Informasi tentang suatu skripsi/tesis yang dijiplak adalah sangat terbatas, hanya

sedikit orang yang mengetahui. Bahkan mungkin hanya penulis, dosen

pembimbing, dan si penjiplak yang mengetahui.

b. Karena seseorang tahu bahwa tidak banyak orang yang mengetahui tentang

skripsi/tesis ini, maka dengan tenang mereka dapat menjiplak tanpa diketahui.

Akibat yang akan terjadi jika dalam penelitian diperbolehkan menggunakan

referensi internet adalah:

c. Karena skripsi/tesis tersebut dapat mudah diakses melalui internet, maka akan

banyak orang yang bisa membacanya.

d. Jika banyak orang yang dapat membaca skripsi/tesis tersebut, maka semakin

mudah kita mengetahui kalau ada orang yang menjiplak untuk kepentingan

pribadinya.

e. Jika kita merasa banyak orang yang sudah tahu dan membaca sebuah tesis, maka

keinginan untuk menjiplak otomatis akan terhambat, karena pasti akan ketahuan.

f. Proses kontrol dan evaluasi terhadap skripsi/tesis bukan hanya pada saat defense

atau sidang akhir saja yang hanya dihadiri penguji dan sipervisor. Dengan

informasi online, akhirnya pengujian dilakukan oleh masyarakat luas. Masyarakat

akan bisa menilai kualitas tesis terhadap tesis sejenis sebelumnya.

Alasan-alasan di atas memungkinkan perguruan tinggi dan para dosen

memberikan kesempatan kepada mahasiswanya menggunakan fasilitas referensi

internet agar masalah plagiatisme dapat dicegah sedini mungkin. Bahan-bahan yang

dapat diperoleh dari berbagai situs untuk keperluan penelitian antara lain:

a. Kajian teori/kepustakaan. Mahasiswa dapat merujuk teori-teori dari skripsi, tesis,

jurnal, artikel dengan menyebutkan secara jujur sumber referensinya.

b. Menemukan permasalahan apa yang akan diteliti, yang dapat dituangkan dalam

latar belakang masalah atau alasan penting pemilihan judul.

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

c. Melihat cara penulisan dan metodologi penelitian yang dilakukan para peneliti

lain, untuk kemudian mengaplikasikannya dalam penelitian pribadi.

d. Menemukan data-data sekunder untuk melengkapi data penelitian

e. Hal-hal lain yang dapat menunjang wawasan penelitian mahasiswa.

Menurut pemikiran penulis, cara yang dapat digunakan untuk

mensosialisasikan hal ini sekaligus sebagai solusi cermat dalam pemanfaatan referensi

online adalah sebagai berikut:

a. Dosen memperbolehkan dan mungkin mewajibkan mahasiswa yang sedang

melakukan penelitian mencantumkan referensi yang dikutip dari situs-situs

internet.

b. Jika memungkinkan dosen mendampingi mahasiswa dalam melakukan

penelusuran referensi. Untuk hal ini dosen pembimbing perlu menyediakan waktu

khusus bagi mahasiswa.

c. Jika metode kedua tidak memungkinkan, mahasiswa dapat melakukan penelusuran

sendiri, untuk kemudian menunjukkan printout hasil penelusuran, sebelum

penulisan dilakukan. Cara ini dapat menghindari mahasiswa melakukan

penjiplakan penuh hasil tulisan dari internet untuk penulisan mereka, karena

adanya kontrol dari dosen. Hal utama dalam pemanfaatan sarana internet ini

adalah kejujuran dalam penulisan sumber referensi.

Penelusuran Referensi Manajemen dan Bisnis di Internet

Lembaga-lembaga pendidikan telah banyak merancang web-site mereka yang

bersifat terbuka (opening-source) dan dapat diakses oleh siapa saja yang bermaksud

menggali ilmu.

Dalam bidang manajemen dan bisnis, situs-situs yang dapat ditelusuri adalah

situs-situs pendidikan tinggi, lembaga penelitian, media massa on-line, seperti:

Universitas Gajah Mada, Universitas Sumatera Utara, Universitas Airlangga,

Universitas Parahiyangan, Universitas Trisakti, Universitas Petra, Universitas Riau,

Universitas Katolik Widyamandala, Jaringan Perpustakaan ITB, Pustaka Bogor,

Universitas Bina Nusantara, CIDES, Perpustakaan Negara Malaysia, Perpustakaan

Negri Kedah, Perpustakaan Sultan Ismail, Trengganu Public Library, Tun Abdul

Razak, Perpustakan Pustaka Aksara, Library of Congress, Indonesia University of

Chicago Library, University of Iowa Libraries, Melbourne University Library,

Detik.com, kompas.com, dan situs-situs lainnya.

Manfaat yang diperoleh bagi mereka yang berada dalam lingkungan ilmu

manajemen adalah:

1. Memperkaya ilmu manajemen dan bisnis yang dapat dipergunakan untuk

penambahan wawasan dari apa yang telah diperoleh dari perkuliahan.

2. Menggali masalah-masalah manajemen dan bisis yang up todate.

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

3. Menjadikan sebagai alternatif referensi selain referensi yang ada di perpustakaan,

yang dapat digunakan untuk keperluan penulisan karya ilmiah seperti makalah

kuliah, skripsi, dan lainnya.

4. Mengembangkan kemampuan melakukan bisnis melalui internet

Dalam memudahkan pencarian suatu karya ilmiah bidang Manajemen dan

Bisnis di internet, penelusur dapat menggunakan search engine atau mesin pencari

misalnya: google.com, search.yahoo.com, catcha.com, dan lain-lain. Diantara

berbagai search engine yang telah digunakan, penulis memilih google.com sebagai

alternatif tercepat dan akurat dalam mencari sebuah tulisan di internet.

Cara melakukan penelusuran hanya mencantumkan kata kunci tentang sesuatu

yang akan dicari, lebih rinci sebagai berikut:

a. Buka halaman “internet explorer” dengan cara meng-klik menu “start􀃆internet

explorer”, dan ketikkan pada “address” nama search engine yang hendak

digunakan, misalnya http://www.google.com (lihat gambar 1)

Gambar 1 Halaman Internet Explorer

b. Setelah muncul halaman google, ketikkan kata kunci yang hendak ditelusuri,

misalnya “job commitment”, tekan enter atau klik “google search”.

Gambar 2. Fitur Halaman Utama Google

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

c. Hasil pencarian oleh google yang berhubungan dengan “job commitment”, akan

ditampilkan dalam beberapa halaman, klik satu persatu hasil pencarian yang

tampak, dan dapat dilanjutkan ke halaman berikutnya, dengan meng-klik “next”

Gambar 2. Hasil Pencarian Google

Penelusuran bidang kajian manajemen dan bisnis dengan cara seperti di atas

akan dapat menunjang proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkaya

wawasan manajemen dan bisnis, serta memanfaatkan hasil pencarian untuk penulisan

karya ilmiah atau penelitian tugas akhir.

Metode Penulisan Referensi dari Sumber On-line

Metode penulisan referensi internet yang dicantumkan dalam kepustakaan

(daftar pustaka) merupakan hal penting untuk menyamakan teknik penulisan bagi

mereka yang merujuk kepada referensi internet.

Dalam bibliografi dianjurkan agar reference yang bersumber dari internet

dinyatakan sebagai berikut (lihat Tarumingkeng, Manaf, dkk) misal:

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Senge, Peter M. The Ecology of Leadership. Leader to Leader No. 2, Fall

1996. http://www.pfdf.org/leaderbooks/L2L/fall96/senge.html,

dikunjungi 29 Mei 1998

Clark, J.B. Real Issues Concerning Interest. Quarterly Journal of

Economics, volume 10.

http://socserv2.socsci.mcmaster.ca/~econ/ugcm/3ll3/clarkjb/

clarkjb002.html, visited Sept. 2, 2000.

Stocks, J.T. The Null Hypothesis: Type I Error and Alpha.

http://members.home.net/martient/statrev/strv48.htm, visited Aug.

2, 2000.

Gates, B. Microsoft Windows and The Universe, http://

http://www.microsoft.com, diakses tanggal 12 Maret 2002 pukul 12:03.

Jika pada saat mengunjungi website tertentu kita lupa mencatat sumber

(URL), dapat dicari dengan membuka file tersebut, misalnya di microsoft internetexplorer

dengan cara, klik “view“, klik “source“, akan terbuka file: source dalam teks

ascii. kutiplah alamat URL, contoh: saved from URL= (0043) http://www.ditext.com/

bonjour/bonjour2.html, maka sumber (URL) adalah: http://www.ditext.com/bonjour/

bonjour2.html

Beberapa petunjuk/ pendapat tentang pengutipan dan penyantuman URL

dalam websites dapat dilihat antara lain di:

A brief intro to copyright, http://www.templetons.com/brad/

copyright.html

Linking Rights, http://www.templetons.com/brad/linkright.html

10 Big Myths about copyright explained, http://www.templetons.com/

brad/copymyths.html

Copyright on the WWW: Linking and Liability, http://

http://www.richmond.edu/~jolt/v4i2/cavazos.html

Policy on linking to other sites, http://www.dickalba.demon.co.uk/design/

lpolicy.htm

Dikarenakan tidak adanya sensor dalam Internet, maka kita perlu

mengevaluasi kualitas tulisan / buku / acuan yang ada di Internet. Berikut ini dibahas

cara-cara mengukur kualitas tulisan di Internet (Wibisono, 1998):

b. Reliabilitas: referensi yang dicari sebaiknya dipertimbangkan reliabilitasnya,

khususnya dari sisi pengarangnya. Jika pengarangnya memang ahli di

bidangnya, maka tulisan tersebut dapat dipercaya kualitasnya. Pada bagian

kover belakang buku, biasanya ditulis riwayat singkat penulisnya, misalnya

pengalaman menulis buku, studinya, dan jenjang kariernya. Dari informasi ini

kita dapat menilai seberapa besar reliabilitas buku yang ditulis saat ini dalam

hubungannya dengan bidang ilmunya dan pengalaman dalam menulis buku.

Jurnal Ilmiah “Manajemen & Bisnis”

Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

c. CARS (Credibility Accuracy Reasonableness and Support) checklist: Cars

checklist (Robert Harris, 1997) dapat digunakan untuk menguji kualitas

informasi yang berasal dari Internet.

– Pertama, kredibiltas menyangkut sumber informasinya yang jelas dan dapat

dipertanggungjawabkan yang memungkinkan kita dapat mempercayainya;

kejelasan latar belakang pengarang yang menyangkut pendidikan, alamat,

pengalaman, kedudukan, dan penilaian sesama penulis; adanya kontrol

kualitas dari sesama penulis; refeferensi yang jelas diambil dari jurnal atau

hasil penelitian lainnya.

– Kedua, akurasi meliputi tidak ketinggalan jaman (up to date), bersifat

factual, detil, pasti, komprehensive, berorientasi pada pembaca dan tujuan,

menjadikan sumber saat ini bukan informasi yang sudah kedaluwarsa, dan

dapat memberikan gambaran kebenaran secara utuh.

– Ketiga, dapat diterima dengan akal sehat yang meliputi adil dan tidak

memihak, memberikan keseimbangan, bersifat obyektif, tidak memunculkan

konflik kepentingan, tidak bersifat menghasut; mempunyai tujuan untuk

dijadikan sebagai sumber yang dapat dipercaya karena memunculkan

kebenaran yang utuh.

Penutup

Kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk

memperoleh berbagai ilmu, diantaranya adalah perkembangan internet yang dapat

dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar di perguruan tinggi, misalnya dalam

menelusuri berbagai referensi untuk penulisan karya ilmiah dan penelitian bagi dosen

dan mahasiswa manajemen dan bisnis. Sosialisasi internet untuk pendidikan dapat

dilakukan dengan upaya serius dari pihak perguruan tinggi, dosen sebagai staff

pengajar, dan motivasi yang tinggi di dalam diri mahasiswa. Dengan demikian akan

tercipta mahasiswa-mahasiswa yang lebih berkembang dalam proses menuntut ilmu.

Referensi

Gunawan, Bambang. 2002. Workshop Penyusunan Rancangan Pembelajaran Berbasis

Internet. 17 s.d 20 Desember 2002, di Hotel Griya Astoeti, Jalan Raya Puncak

Km. 79,3, Casarua, Bogor. http://www1.bpkpenabur.or.id/kps-jkt/p4/ava/

bambang/edu/ homepage.htm

IDLN. 2003. Indonesia DLN Mendapatkan Pengakuan Internasional. Indonesia

Digital Libray Netwok. http://idln.itb.ac.id/modules.php KMRG-Knowledge

Management Research Group. 2001. Meningkatkan Kualitas Lulusan Perguruan

Tinggi Melalui Digital Library: Tugas Akhir, Tesis, dan Disertasi (Network of

Digital Library . Perpustakaan Pusat Institut Teknologi Bandung.

Jurnal Ilmiah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s